2 Desember 2010
Kim Jong Il (born 16 February 1941)
Melalui sebuah acara televis Discovery Channel khusus mengenai Korea Utara, baru saya tahu bahwa di sana keadaannya sangat parah. Walaupun mereka sangat membanggakan kekuatan militer mereka yang merupakan no.4 di dunia, tapi di bidang lain, sangat jauh dari membanggakan. Dalam bidang kesehatan, walaupun warga tidak perlu membayar biaya kesehatan di RS, tapi dokter sangat rendah skill-nya, bahkan untuk operasi ringan seperti katarak saja, mereka [mungkin] tidak bisa. Di atas meja bedah, alih-alih kasur dan sprei bersih, yang ada hanya darah yang mengering di meja tersebut. Sangat tidak steril dan mengenaskan. Botol infus dibuat dari botol arak (yang ijo itu lho, yang kaya botol kecap). Bahkan tidak ada sabun di rumah sakit.
Korea Utara menerapkan politik luar negri tertutup. Hal ini terjadi sejak meletusnya Perang Korea (antara Korea Utara dan Korea Selatan) yang berlangsung dari 25 Juni 1950 sampai 27 Juli 1953. Amerika Serikat adalah negara sekutu Korea Selatan yang sangat dibenci oleh SEMUA masyarakat Korea Utara. Saya memberi penegasan pada kata SEMUA karena hal itu sangat terlihat dari rekaman dokumenter curi-curi tersebut.
Kim Il Sung (15 April 1912 – 8 July 1994)
Hal lain yang saya liha
t adalah betapa berhasilnya pemerintahan Kim Jong Il dalam melakukan pencucian otak atas rakyatnya. Doktrin yang sangat nyata mendarah daging adalah membenci Amerika sampai mati. Rakyat Korea Utara juga sangat mencintai dan memuja-muja Kim Jong Il serta Kim Il Sung (ayah Kim Jong Il) bak memuja dewa. Mereka sangat yakin bahwa pemimpin mereka itulah yang membuat mereka masih hidup dan hidup bahagia setelah kehancuran mereka di era Perang Korea.
Aksi Kim Jong Il dalam “menutup” Korea Utara sangatlah berhasil. Karena sampai saat ini, warga Korea Utara tidak mengenal buku umum dan internet. Sangat kontras dengan kehidupan Kim Jong Il sendiri yang dielu-elukan, yang konon merupakan pecinta film dan memiliki koleksi film sebanyak 20.000 buah. Buku-buku yang ada di Korea Utara semuanya ditulis oleh satu orang saja, yaitu Kim Il Sung, sang pendiri negara tersebut. Saya akan mengategorikan hal ini sebagai pembodohan. Mengerikan. Di era semacam ini… Saya melihat hidup mereka sama ‘modern’nya dengan kota kecil di Indonesia tahun 1990-an awal. Sedangkan HAM dll, jauhhhh tertinggal.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar