Minggu, 19 Desember 2010

SULE,, PEMERAN PERANG TARIF

Waktu saya nonton tayangan opera van java edisi road to Surabaya. Ketika, jeda komersial, Saya kaget lihat iklan sebuah operator terbesar (TELKOMSEL-red) dengan salah satu produknya (Kartu AS). Iklannya nyentil banget. Bintang iklan yang jadi kontroversi itu adalah SULE, pelawak yang sekarang sedang naik daun. Awalnya Sule adalah bintang iklan XL. Di XL, Sule bermain satu frame dengan bintang cilik Baim dan Putri Titian.

Di situ, si Baim disuruh om sule untuk ngomong, “om sule ganteng”, tapi dengan kepolosan dan kejujuran (yang tentu saja sudah direkayasa oleh sutradara – jelas banget keliatan) si baim ngomong, “om sule jelek..”.
Setelah itu, sule kemudian membujuk baim untuk ngomong lagi, “om sule ganteng” tapi kali ini si baim dikasih es krim sama sule. Tapi tetap saja si baim ngomong, “om sule jelek”.
XL membuat sebuah jargon, “sejujur baim, sejujur XL”.
Iklan ini dibalas oleh TELKOMSEL dengan meluncurkan iklan kartu AS. Awalnya, bintang iklannya bukan sule, tapi di iklan tersebut sudah membalas iklan XL tersebut dengan kata-katanya yang kurang lebih berbunyi seperti ini, “makanya, jangan mau diboongin anak kecil..!!!”

Nggak cukup di situ, ternyata tadi malam, kartu AS meluncurkan iklan baru dengan bintang sule. Di iklan tersebut, sule menyatakan kepada pers bahwa dia sudah tobat. Sule sekarang memakai kartu AS yang katanya murahnya dari awal, jujur. Sule juga berkata bahwa dia kapok diboongin anak kecil sambil tertawa dengan nada mengejek.
Perang iklan antar operator sebenarnya sudah lama terjadi. Namun pada perang iklan yang satu ini, tergolong parah. Biasanya, tidak ada bintang iklan yang pindah ke produk kompetitor selama jangka waktu kurang dari 6 bulan. Namun pada kasus ini, saat penayangan iklan XL masih diputar di Televisi, sudah ada iklan lain yang “menjatuhkan” iklan lain dengan menggunakan bintang iklan yang sama.

Perang provider celullar paling seru saat ini adalah antara XL dan Telkomsel. Berkali-kali kita dapat melihat iklan-iklan kartu XL dan kartu as/simpati (Telkomsel) saling menjatuhkan dengan cara saling memurahkan tarif sendiri.

Kini perang 2 kartu yang sudah ternama ini kian meruncing dan langsung tak tanggung-tanggung menyindir satu sama lain secara vulgar.

Sindiran terbaru kali ini adalah mengenai perang tarif antara 2 provider tersebut. XL menawarkan 25 rupiah/menit sedangkan kartu as menawarkan 20 rupiah/menit. Siapa yang menang ? Tentu pasti kartu As dalam hal tarif termurah.

Iklan XL yang menawarkan Rp 25/menit menggunakan artis cilik Baim sebagai modelnya, menggunakan kepolosan Baim dengan kesan mengatakan bahwa tarifnya XL jujur. Namun di salah satu iklan XL yang menceritakan Baim sedang main monopoli, lalu ia disuruh milih antara uang logam 25 rupiah beneran dengan 20 perak uang monopoli boongan, Baim pun segera memilih uang logam 25 rupiah dan mengatakan bahwa uang monopoli yang bernilai 20 itu bo’ongan. Tahu kan 20 perak uang monopoli ini menggambarkan provider mana ?

Sindiran iklan XL itu segera dibalas oleh iklan kartu As, dengan slogan baru di akhir iklan yaitu “Jangan mau dibo’ongin anak kecil (Baim) !”. Bahkan kartu As tak tanggung-tanggung menyindir XL, telkomsel berhasil “menculik” bintang iklan dari XL yaitu Sule. Sule pernah membintangi iklan XL dimana ia menjadi presenter selalu dibilang “jelek” sama Baim, mungkin gara-gara sakit hati dibilang jelek sama Baim akhirnya Sule pun dengan PD-nya membintangi saingan berat provider XL yaitu Telkomsel

Iklan terbaru Sule ini, Sule bercerita bahwa ia kapok dan tobat. Ha5x, dan diakhir iklan terucap “kata sakti” kartu As saat ini “Jangan mau dibo’ongin anak kecil !” Kini yang jadi pertanyaan terbesar adalah “Siapa yang jujur ?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar